SEMARANGSCHE ADMINISTRATIE MAATSCHAPPIJ, Perusahaan perkebunan terbesar di Jawa.

Kota Semarang pada masa Hindia Belanda merupakan salah satu pusat perekonomian yang cukup penting. Beberapa perusahaan besar mendirikan kantor pusatnya di kawasan yang disebut kota lama sekarang ini. Kawasan ini selain sebagai pusat berbagai macam bisnis juga ada kantor pemerintah.

baron-van-heeckeren-1bAda seorang konglomerat, direktur perusahaan, yang menguasai perekonomian di Jawa dengan mengontrol setengah lusin perusahaan perkebunan, atau bahkan lebih. Salah satunya adalah Mr. C.W. Baron van Heeckeren. Beliau pada mulanya seorang advokat dan konselor pemerintah Hindia Belanda. Pasca berhenti dari pekerjaan utamanya, beliau mendirikan sebuah perusahaan holding bernama  Semarangsche Administratie Maatschappij, pada tahun 1909 dengan tujuan untuk mengelola kekayaan pribadinya melalui badan usaha tertentu.

Pada saat didirikan, modal awal perusahaan ini adalah ƒ 1.000.000 dan jumlah dana cadangannya ƒ 400.000. Direksinya terdiri dari Mr. C.W. Baron van Heeckeren, G.B.F. van Heeckeren van der Schoot, dan L.C. Schawijk. semarang-1Nama yang pertama tadi memiliki semua atau mengendalikan mayoritas saham di perusahaan lain seperti Pabrik Kina Bandung (Bandung Kinine Maatschappij), Pabrik Gula Tjokro Toeloeng, Perusahaan Pembibitan Jawa (Java Bibit Maatschappij), Perkebunan Panggoongsari, Perkebunan Melambong, Perkebunan Moenggoer, Perkebunan Banaran, Perkebunan Kedong Galih, Perkebunan Koetosari dan Perkebunan Redjowinangoen.

Pabrik Kina Bandung (Bandung Kinine Maatschappij) adalah pabrik kina terbesar di dunia. Jumlah kapasitas produksinya sekitar 40 persen dari seluruh produksi dunia. Perhatian utamanya adalah membuat serbuk atau bubuk kina, yang dijual langsung ke konsumen atau melalui pabrik yang didirikan di Amerika Serikat, Amerika Selatan, sebagian besar negara-negara Eropa, Cina, Jepang, Australia, Inggris India, Selatan Afrika dan Mesir. Pabrik yang didirikan oleh Mr. C.W. Baron van Heeckeren pada tahun 1896 telah melampaui kepercayaan orang-orang Eropa tentang produksi kina dan keberhasilannya yang fenomenal. Hal ini dapat dinilai dari fakta bahwa sahamnya 80 persen bernilai premium. Modal disetor ke perusahaan adalah ƒ 700.000 dan cadangan sebesar ƒ 350.000.

tjokro-toeloeng-1Pabrik Gula Tjokro Toeloeng (kab. Klaten) memiliki luas tanaman sekitar 2.100 hektare, dan produksi tahunan 175.000 pikul, atau sekitar 11.000 ton gula putih superior. Dalam memprosesnya sangat sempurna yaitu tak ada pendidihan kedua. Tanaman yang ditanam di perkebunan ini benar-benar pilihan sehingga hasilnya berkualitas baik. Perusahaan ini didirikan dengan modal ƒ 900.000 dan dana cadangannya mencapai  ƒ 400.000,-

Perkebunan Bibit Java (Java Bibit Maatschappij) memasok sejumlah tebu ke pabrik gula di seluruh Jawa. Memiliki luas tanaman sekitar 700 hektar. Modal perkebunan ini sebesar ƒ 100.000,-

Perkebunan Pangoongsari (kab. Madiun) terdapat beberapa jenis tanaman kopi seperti kopi Robusta, Liberia, dan kopi Margogype, hasil tanamannya sekitar 3.000 pikul per tahun. Kulit Cinchona  juga bisa ditanam dan tumbuh disana. Pada tahun 1916 perkebunan menghasilkan kulit Cinchona sekitar 200.000 pound (90.718 kg). Tanaman kina juga telah lama ditanam dengan hasil 1.000.000 pound (453.592 kg). Diharapkan dalam dua tahun ke depan, dari hasil tadi, diperkirakan, akan menjadi dua kali lipat termasuk juga dalam lima atau enam tahun lagi. Area penanamannya perkebunan yang modal awalnya ƒ 500.00,- ini sekitar 3.500 hektar, dan bagian-bagian yang cukup besar diadakan di cadangan untuk perluasan lahan.

Perkebunan Melambong (kab. Semarang), didirikan dengan modal usaha ƒ 300.000,-. Panen tahunan sekitar 5.000 pikul kopi Robusta, 80.000 pound (36.287 kg) teh, 2.000 pound (907 kg) karet Para, dan rempah-rempah. Perkebunan dengan luas tanaman 2.000 hektar ini juga menanam kina muda dengan hasil tahunan sekitar 200.000 pound (90.718 kg) kulit kina.  Produksinya masih terus berkembang karena lokasi perkebunan di daerah yang cukup subur dan indah sehingga memungkinkan ditanami produk unggulan lain seperti karet, kopi, dan teh.

banaran-1Perkebunan Banaran (kab. Semarang) merupakan perkebunan yang memiliki tanaman kopi Robusta terbaik di Jawa. Pihak manajemen mengelola perkebunan dan mempersiapkan produksinya secara ilmiah. Perkebunan ini menghasilkan sekitar  5.000 pikul kopi dari area tanam seluas 700 hektar. Tak hanya itu saja, perkebunan sering dikunjungi pejabat Pemerintah Departemen Pertanian yang berpusat di Bogor (Buitenzorg) untuk tujuan mempelajari metode-metode budidaya kopi robusta.

banaran-2aDalam segala hal produksi kopinya termasuk kelas premium. Selain kopi, Banaran memiliki juga perkebunan kakao, yang menghasilkan sekitar 300 pikul per tahun. Disamping itu perusahaan ini juga menghasilkan lada dan rempah-rempah lainnya. Perkebunan Banaran sebenarnya adalah milik pribadi dari Semarangsche Administratie Maatschappij. Sampai saat ini perkebunan dan pengolah kopi masih beroperasi meski lahannya tidak seluas dulu. Bahkan area perkebunan sudh berkembang menjadi obyek wisata agro yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti restoran, cafe, cofeewalk, lapangan tenis, dll.

Perkebunan Redjowinangoen adalah properti dari perusahaan Perkebunan Oengaran. Hampir semua saham dimiliki oleh Semarangsche Administratie Maatscappij. Luas tanaman adalah 1.100 hektare, dan produksinya 4.000 pikul kopi robusta, 500 pikul kapuk, 100 pikul daun coca (digunakan untuk ekstraksi kokain), dan beberapa lada. Perkebunan coca termasuk masih muda diharapkan bisa menghasilkan dalam beberapa tahun ke depan.

Selain berbisnis perkebunan, direksi Semarangsche Administratie Maatschappij juga tertarik memperluas industri gula, pengolahan logam, dll.  Semarangsche Administratie Maatschappij juga menjlankan usaha agen keuangan di Jawa untuk perusahaan mesin dari Inggris dan Belgia. Dalam menunjang ekspansi bisnisnya yang berhubungan dengan Eropa, didirikan kantor cabang di Amsterdam. Kantor ini berada di bawah pengelolaan Mr L.C. Schalkwyk, di 173 Keizergracht, Amsterdam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *