Industri Perkapalan Semarang pada zaman Belanda

Dok kapal 1

Sebagai negara maritim keberadaan industri perkapalan memegang peran yang sangat penting terutama dikaitkan dengan sektor transportasi. Kapal sebagai alat transportasi barang dan manusia berpengaruh besar pada perkembangan ekonomi, sosial, politik, militer, dan budaya.

Pada era kolonial Belanda, kota Semarang terkenal dengan sungai dan kanal yang bisa dimanfaatkan sebagai jalur transportasi. Salah satunya adalah Kali Semarang, yang bisa dilayari kapal-kapal besar mulai dari pelabuhan sampai wilayah Pecinan. Bahkan kota ini pernah dijuluki “Venesia dari Timur”. Kondisi ini mendorong munculnya industri perkapalan bernama N.V. SEMARANGSCHE STOOMBOOT EN PRAUWENVEER.
Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Semarang, dengan cabang di Bangka dan Belitung. Didirikan pada tahun 1898 sebagai perusahaan galangan kapal. Kapasitas produksinya sekitar 14.000 ton, dan telah memproduksi beberapa kapal tunda, kapal uap, dan kapal motor. Modal awal perusahaan ini sebesar ƒ 1.000.000,- dan dana cadangannya mencapai ƒ 500.000,-. Saat itu yang menjabat sebagai direktur utama di Semarang adalah Mr J. van Ryn van Alkemade. Perusahaan ini memanfaatkan muara kali Semarang untuk mencoba kapal-kapal baru. Selanjutnya kapal-kapal tersebut dikirim ke berbagai daerah termasuk di luar Jawa.

Sayangnya pada masa sekarang Kali Semarang telah lama (sengaja) dibiarkan mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan sebagai sarana transportasi seperti zaman Belanda dulu. Padahal di negara tetangga kita seperti Malaysia (Malaka), Singapura, dan Thailand (Bangkok), sudah lama memanfaatkan sungai sebagai sarana transportasi dan pariwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *