Keindahan Liszt Dalam Kelincahan Jemari Batsashvili.

Konser Mariam Batsashvili, Eerste Prijswinnaar 10de Liszt Concours

Selasa, 20 Januari 2015; di Hall International Brain Academy Semarang

Mariam 3

Pada awal tahun ini, tepatnya tanggal 20 Januari 2015, Widya Mitra bekerjasama dengan Erasmus Huis Jakarta dan International Brain Academy Semarang menyelenggarakan konser musik klasik piano dengan menampilkan Mariam Batsashvili, juara  pertama International Franz Liszt Piano Concours Ke-10 di Utrecht. Selain sebagai juara pertama, Mariam adalah pemenang wanita pertama dalam kejuaraan yang diikuti beberapa pianis muda terbaik di berbagai negara.

Pada malam itu, pianis kelahiran Georgia ini, memainkan komposisi karya Franz Liszt dan Wolfgang Amadeus Mozart. Beberapa komposisi seperti Grande Etude de Paganini No. 4 (Arpeggio), S141/4, Bénédiction de Dieu dans la solitude (Harmonies poétiques et religieuses), S173/3, Sarabande and Chaconne über Themen aus dem Singspiel  Almira, S181, sampai Die Lorelei, S532.

Semua komposisi ini dimainkan dengan teknik dan kelincahan jemarinya yang sangat sempurna namun tidak meninggalkan aspek keindahan. Bahkan surat kabar Volksrant menuliskan bahwa kecepatannya memainkan tuts-tuts piano seperti seorang atlet namun dengan nada yang sangat puitis

Agaknya jarang kita dapat melihat seorang pianis berperawakan kecil, untuk ukuran rata-rata orang Eropa, mampu membuat keajaiban dengan karya-karya yang menuntut teknik dan kemampuan tinggi seperti karya-karya Franz Liszt. Namun itulah yang terjadi di hall International Brain Academy. Pada malam itu Mariam Batsashvili telah bermain dengan penuh energi.

Semua penonton tersihir dengan penampilannya yang sangat memukau. Itu masih belum cukup, Mariam juga mampu menampilkan suasana romantis dengan sajian komposisi penutup Hungarian Rhapsody No. 2, S244/2 karya Franz Liszt. Tentunya, resital pada malam itu adalah suguhan pembuka tahun 2015 yang menarik untuk disimak bersama.