Classical Recital

TL FB Amarins JPG 2A Amarins Wierdsma (Violin) & Sophiko Simsive (Piano)

25 Januari 2016 ; Jam: 19.00 WIB

MAXIBRAIN, Jl. Rinjani 18  Semarang

Undangan bisa diambil mulai tanggal 14 Januari 2015 di Widya Mitra pada jam kerja

Amarins Wierdsma

Putri dari dirigen Oane Wierdsma dan klarinettiste Nancy Braithwaite, mulai bermain biola pada usia dua tahun. Dari tahun 1996 hingga 2009, Amarins belajar pada Coosje Wijzenbeek. Tahun 2009-2013 pada Vera Beths di Konservatorium Amsterdam. Ia menyelesaikan pendidikan Bachelor di Konservatorium Amsterdam dengan predikat Cum Laude. Sejak September 2013, Amarins mengikuti pendidikan Master di Guildhall School of Music di Londen pada David Takeno. Pada Festival Peter de Grote pada musim panas 2009, ia menerima Penghargaan Lamberte-Hoedemaker. Belum lama ini, ia juga diundang untuk ikut dalam Prussia Cove Open Chamber Music dan Festival East Neuk di Fife.

Amarins juga meraih penghargaan pertama pada acara Lordens Violin Day di Den Haag dan Davina van Wely Violin Concours. Pada December 2007, dia dinobatkan sebagai Young Music Talent of the Year for the Netherlands pada Kejuaraan Nasional yang digelar oleh Young Music Talent Foundation for the Netherlands. Pada 2009 ia keluar sebagai juara ketiga pada saat final National Princess Christina Concours dan pada Desember 2012, ia mendapatkan beasiswa Kersjes Beurs. Sebagai pemain musik kamar, Amarins pernah meraih penghargaan Orlando Concours. Bersama Barbican Kwartet meraih St James Quartet Prize 2015 dan bersama piano trionya, Morisot, memperole Cavatina Chamber Music Concours. Pada saat final Oskar Back Violin Concours, Amarins meraih juara ketiga. Juri memuji Amarins karena permainannya yang penuh perasaan dan penampilannya yang luar biasa.

Amarins adalah pemusik utama pada Barbican Strijkkwartet, yang mewakili Guildhall School of Music di Harmos Festival pada 2015 dan juga tampil di Mozarteum Salzburg. Bersama ansambel sebelumnya, ia tampil antara lain di Concertgebouw Amsterdam dan International Chamber Music Festival Utrecht. Pada festival ini, Amarins juga tampil bersama Eva van Haaften, Rosanne Philipens dan Janine Jansen pada konser untuk 4 biola karya Vivaldi. Sebagai solis dengan orkestra, Amarins memainkan konser biola antara lain karya Bruch, Vivaldi, Bach, Mendelssohn dan Dvorak. Pada saat final Oskar Back Concours, Amarins tampil solo di Concertgebouw bersama orkes Konservatorium Amsterdam dalam konser biola Johannes Brahms. Tahun ini, Amarins akan tampil di London dan Belanda dalam konser biola Lalo, Sibelius dan Mendelssohn.

Bersama pianis Didel Bish dan penyanyi Nikki Treurniet, Amarins juga mengadakan tur untuk Netherlands-America Foundation di Amerika Serikat. Pada bulan Maret 2013 Amarins bermain bersama Victor Alsén dan Ole Christian Hagenrud tampil untuk Ratu Beatrix. Amarins bermain pada sebuah biola yang ia pinjam dari National Music Instruments Foundation. Ia antara lain bekerja sama dengan pemusik penting seperti Elisabeth Perry, Nancy Braithwaite, Quirine Scheffers, Matthew Jones, Bartosz Woroch, Ursula Smith, Carole Presland, Caroline Palmer, Pierre Doumenge, Stephan Loge, Olivier Patey, Nobuko Imai, Charles Neidich, Reinbert de Leeuw dan Vera Bethss. Pendidikan Master Amarins di London dibantu oleh; Prins Bernhard Cultuurfonds (Fonds Nationaal Viooltalent, Fonds Jong Talent, Han en Rosa Dunk-Samehtini Fonds, Engbertha Loman Fonds, Petronella Andriessen Fonds dan Constant van Gestel Fonds), VSB FondsKersjes FondsStichting Kunst aan de Dijkijk.

Sophiko Simsive

Sophiko Simsive lahir pada Desember 1991 di Tbilisi, Georgia. Di kota ini dia kuliah hingga bulan Juni 2007 pada profesor Maka Aladashvili dan Alexander Garber di Music Gymnasium of Tbilisi di mana konduktor Lev Markiz menemukannya pada tahun 2003.  Dengan bantuan Markiz, Sophiko berhasil masuk di Sweelinck Conservatory di Amsterdam pada bulan September 2007 di mana ia belajar piano pada Profesor Mila Baslavskaya dan meraih gelar bachelor dengan cum laude pada bulan Juni 2012 pada usia 20 tahun.

Pada tahun pertama di Sweelinck Conservatory, Sophiko meraih penghargaan pertama untuk kategori tertinggi dalam Princes Christina Concours di Belanda. Penghargaan ini termasuk untuk penampilan Third Piano Concerto karya Beethoven bersama Residentie Orchestra of The Hague dan tur musik kamar di Amerika Serikat dan Kanada.

Ketika ia berusia 11 tahun, Sophiko memainkan Second Piano Concerto karya Beethoven di Bonn dengan mahasiswa orkestera Georgia dan pada tahun 2003 ia menampilkan karya yang sama dalam sebuah masterclass Rudolf Buchbinder di Swis.

Tahun berikutnya, Sophiko diundang untuk menggelar resital di Kremlin di Moskow dan juga tampil sebagai solis dalam konser piano ‘Jeunehomme’ karya Mozart bersama I Virtuosi Italiani yang dipimpin oleh Lev Markiz, yang tampil di Belanda di De Doelen di Rotterdam dan Vredenburg di Utrecht.

Sejak tahun 2005, Sophiko telah menggelar sejumlah resital tunggal dan musik kamar di Eropa dan Amerika Serikat.

Pada tahun 2008, Sophiko tampil sebagai juara dalam Yamaha Piano Competition di Amsterdam. Ia memainkan resital tunggal di Canterbury Festival di Inggris (2011) dan diundang pada International Music Festival of Verbier (2013). Pada bulan Maret 2015 Sophiko mengadakan tur bersama Eduard Sistek (cello) dalam rangkaian “New Masters on Tour” yang diselenggarakan oleh The International Holland Music Sessions dan pada bulan April tahun yang sama, ia melakukan debut bersama Kian Soltani (cello) di Carnegie Hall di New York. Sebagai finalis Dutch Classical Talent, Sophiko menampilkan 11 resital tunggal di Belanda (Oktober 2015). Pada tahun itu, ia juga tampil sebagai juara dalam Young Pianist Foundation Competition di Amsterdam di mana ia memainkan konser piano karya Liszt bersama Noord Nederlands Orkest di bawah pimpinan Pieter-Jelle de Boer. Sophiko meraih penghargaan baik untuk penghargaan publi dan penghargaan untuk karya wajib Diderik Wagenaar. Pada bulan Desember 2015, Sophiko memenangkan penghargaan pertama pada Geertruidenberg Klassiek dan penghargaan pers.

Selama bertahun-tahun, Sophiko ikut serta dalam masterclass bersama pianis seperti Dmitri Alexeev, Dmitri Bashkirov, Boris Berman, Pascal Devoyon, Klaus Hellwig, Ferenc Rados, Jacques Rouvier, JeanYves Thibaudet dan Lilya Zilberstein. Saat ini, Sophiko sedang belajar pada Professor Jacques Rouvier di Universitat der Kunste di Berlin.