Premiere Film “Twaalf Uur van Semarang”

Bioskop Plaza Simpang Lima Semarang

Jumat, 27 Maret 2015; Jam : 10.00 wib.

poster

Pada tahun 2014 lalu, Yayasan Budaya Widya Mitra dan Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia telah membuka kesempatan kepada beberapa komunitas budaya untuk mengikuti seleksi program Shared Heritage Fund.

Shared Heritage Fund ini ditujukan dalam rangka pelestarian warisan budaya bersama di Indonesia dengan maksud untuk bekerjasama dalam konservasi, pemanfaatan, pengelolaan dan kelayakan warisan budaya bersama antara Indonesia-Belanda.

Program ini dinilai berdasarkan kemampuan mereka untuk memperkuat identitas budaya di Indonesia, dan pengaruhnya terhadap makna simbolis dari warisan budaya yang bersangkutan pada sektor lain seperti lapangan kerja, pariwisata, budaya, ilmu pengetahuan dan pendidikan, serta sejauh mana mampu menjamin tujuan dan konservasi warisan budaya tersebut di masa depan.

Komunitas Lopen Semarang memperoleh kesempatan ini dengan memproduksi sebuah karya film antologi berjudul Twaalf Uur Van Semarang (Dua Belas Jam di Semarang). Film ini menyajikan kemolekan dan keberagaman kota Semarang yang dikemas menjadi sebuah film berlatarkan sejumlah lokasi di Semarang. Cerita bermula dari pukul 6 petang dan berakhir pada pukul 6 pagi, waktu dimana konon Semarang menunjukkan pesona terindahnya. Sebagai kota pelabuhan utama di Jawa Tengah, Kota Semarang tidak pernah tidur. Bahkan di beberapa tempat seperti di Pelabuhan, Pasar, dan Stasiun, geliat aktivitasnya justru telah dimulai di kala sebagian besar warga Semarang sedang terlelap dalam tidurnya. Twaalf Uur van Semarang  memiliki empat cerita berbeda didalamnya, namun tetap memiliki benang merah yakni semarang dari 6 petang hingga 6 pagi. Adapun empat cerita tersebut adalah Makan, Kuli(ah), Kakeane, dan Ver van Huis. Secara keseluruhan film yang berdurasi sekitar satu setengah jam ini diselesaikan hanya dalam waktu empat bulan, terhitung mulai akhir  Desember 2014.

Pada hari Jumat 27 Maret 2015 jam 09.00 wib, secara resmi digelar acara Premiere film ini di bioskop Plaza Simpang Lima Semarang. Acara ini dihadiri oleh beberapa komunitas budaya dan film, aktor dan aktris pendukung, sutradara, sampai crew film, jurnalis, dan tentu saja Ketua Yayasan dan Koordinator Budaya Widya Mitra.

Setelah acara premiere ini,  akan diikuti pemutaran di berbagai tempat baik di Semarang maupun luar kota seperti Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

“Melihat kebelakang kotaku Semarang, Mendengar dan berpijak pada buah kebajikan, mendengar prasasti bisu cerita mengingat fakta yang tak pernah nyata” Gatot Hendraputra – Meraba Cerita – OST Twaalf Uur Van Semarang.